8. Mengakui Muhammad SAW Adalah Utusan Allah


MALAM KE-VII
MENGAKUI MUHAMMAD SAW ADALAH UTUSAN ALLAH

BM: Sesudah saya terangkan pada saudara tentang ayat-ayat Al Qur’an yang menerangkan tentang proses asal kejadian manusia yang saudara tanyakan ayat-ayatnya kemarin malam itu, apakah terdapat pertentangan? Apakah Nabi Muhammad ada kekeliruan menyampaikan sebagaimana saudara sangka semula?

AW: Tidak ada. Bapak telah menerangkan dari segi ilmiah yang seharusnya secara jujur saya mempercayainya.

BM: Jadi, Nabi Muhammad Benar. Tidak kelirukah penyampaiannya?

AW: Tidak keliru, malah benar!

BM: Jadi saudara mengakui bahwa Nabi Muhammad benar sebagai Rasul Allah?

AW: Saya mengakui, karena beliau benar.

BM: Terima kasih. Saudara-saudara yang hadir menyaksikan sendiri pengakuan saudara Antonius sendiri atas kerasulan Nabi Muhammad SAW tanpa paksaan, melainkan dengan kesadarannya sendiri setelah berlangsung dengan diskusi. Betulkah saudara mengakui kerasulannya Nabi Muhammad dan mengakui Nabi Muhammad itu utusan Allah?

AW: Betul. Dengan saksi Tuhan, saya mengakuinya.

BM: Alhamdulillah, saudara Antonius sudah 50 % Islam. Saya katakan 50% Islam oleh karena hanya mengerti dan mempercayai atas kerasulan Nabi Muhammad. Jadi masih tinggal 50% lagi, oleh karena Saudara belum meyakini keesaan Tuhan yang Maha Tunggal.

AW: Ya, betul begitu. Keyakinan saya terhadap Trinitas (Tuhan Bapak, Tuhan Anak dan Ruhul Kudus) masih belum lenyap sama sekali walaupun bapak telah menerangkan Kitab Bibel yang tak dapat saya membantahnya. Akan tetapi dengan keterangan-keterangan bapak saya mulai ragu-ragu terhadap Trinitas itu. Sungguhpun begitu, apakah bapak masih bersedia lagi memberikan keterangan-keterangan atau alasan-alasan dalam kitab Bibel yang menyebutkan bahwa Yesus itu bukan Tuhan?

BM: Sebetulnya pada pertemuan kita yang pertama telah saya sebutkan berdasarkan kitab Injil sendiri bahwa Yesus bukan Tuhan seperti telah Saudara Periksa sendiri dalam Matius pasal 1 ayat 16; Markus pasal 13 ayat 32; Ulangan pasal 4 ayat 33; Ulangan pasal 6 ayat 4; Markus pasal 12 ayat 29. Kesemuanya itu telah kita baca. Tetapi demi untuk memenuhi pengharapan saudara agar lebih meyakinkan, saya lanjutkan lagi. Silahkan baca Lukas pasal 4 ayat 1 dan 2.

AW: Baik, di sini disebutkan: "Maka Yesuspun penuhlah dengan Rohul Kudus, balik dari Yarden, lalu Roh itu membawa Dia ke padang belantara. Empat puluh hari lamanya dicobai Iblis. Selama itu suatu apapun tiada dimakannya. Setelah genap hari itu ia merasa lapar."

BM: Di ayat ini menyebutkan bahwa (1) Rohul Kudus membawa Yesus ke padang belantara. Kalau Yesus itu tuhan, mustahil akan dapat dibawa oleh siapapun juga. (2) Di ayat ini menyebutkan bahwa Yesus dicobai oleh Iblis. Pantaskah Tuhan dicobai oleh Iblis atau wajarkah Iblis berani mencobai Tuhan? (3) Di ayat inipun ada menyebutkan bahwa Yesus merasa lapar. Wajarkah Tuhan itu lapar? Kalau begitu sifat-sifat Yesus itu sama saja dengan sifat manusia biasa; bisa dibawa, bisa dicobai iblis dan merasa lapar. Periksa lagi Matius pasal 4 ayat 5.

AW: Baik, di situ menyebutkan: "Kemudian dari pada itu Iblis itupun membawa Yesus ke negeri suci, lalu ditaruhnya Dia di atas bumbung bait Allah."

BM: Di ayat ini ada menyebutkan bahwa Yesus dibawa oleh Iblis. Pantaskah Tuhan dibawa oleh Iblis. Wajarkah Tuhan tunduk kepada kemauan Iblis sehingga dibawa kemana-mana, ke suatu tempat. Pantaskah Iblis begitu berani kepada Tuhan? Periksa lagi Matius pasal 27 ayat 1 dan 2

AW: Baik, di situ menyebutkan: "Setelah hari siang, maka segala kepala Imam dan orang tua-tua kaum pun berundinglah atas hal Yesus supaya dibunuhkan Dia. Maka diikatnya Dia serta dibawa pergi, lalu diserahkan kepada Pilatus, yaitu wakil pemerintah."

BM: Di ayat ini menyebutkan bahwa Yesus diikat. Pantaskah Tuhan dapat diikat oleh manusia. Kalau begitu dimanakah kekuatan Tuhan, sehingga dengan rela menyerahkan dirinya kepada manusia? Periksa lagi Lukas pasal 2 ayat 21.

AW: Baik, di situ menyebutkan: "Apabila genap delapan hari, Ia bersunat, lalu disebut namanya Yesus.."

BM: Wajarkah Tuhan itu disunat? Perlu apakah Tuhan itu disunat?

AW: Apakah ada keterangan yang lebih tegas bahwa Yesus itu benar-benar anak manusia bukan anak Tuhan?

BM: Silahkan buka Matius pasal 26 ayat 2.

AW: Baik, disitu menyebutkan bahwa: "Anak manusia akan diserahkan supaya disalibkan."

BM: Yang dimaksud anak manusia di situ Yesus. Jadi jelaslah bahwa Yesus itu bukan anak Tuhan, melainkan anak manusia. Silahkan periksa di Matius pasal 5 ayat 45.

AW: Baik, di situ menyebutkan bahwa: "Supaya kamu menjadi anak Bapamu, .. dan seterusnya."

BM: Di sini menyebutkan bahwa orang-orang yang taat kepada Tuhan, menurut Yesus akan menjadi anak Tuhan. Jadi bukan saya yang mengatakan bahwa Yesus itu bukan anak Tuhan yang Tunggal, melainkan anak-anak Tuhan itu akan bertambah lagi jumlahnya, berdasarkan kitab Bibel sendiri di Matius pasal 5 ayat 45 yang kita baca tadi ialah: "Supaya kamu menjadi anak-anak Bapamu…" Silahkan buka Matius pasal 7 ayat 21.

AW: Di situ menyebutkan: "Bukannya tiap-tiap orang yang menyeru aku Tuhan, Tuhan, akan masuk ke dalam kerajaan sorga, hanyalah orang-orang yang melakukan kehendak Bapaku yang di sorga."

BM: Di Bibel sendiri jelas, bahwa Yesus menyangkal, malah menolak kepada orang yang menyerukan: "Tuhan, Tuhan" kepadanya. Malah orang itu tidak dapat masuk ke dalam kerajaan sorga. Apakah belum cukup bukti-bukti yang telah saya tunjukkan kepada saudara?

AW: Sudah Cukup. Terima kasih, ... tetapi kalau masih ada, saya minta, demi kepuasan saya.

BM: Minta yang mana lagi yang saudara maksudkan?

AW: Yang menyebutkan di kitab Injil bahwa Yesus anak manusia. Bukan anak tuhan.

BM: Baik, akan saya penuhi harapan saudara, silahkan saudara periksa di Matius pasal 16 ayat 27.

AW: Di pasal dan ayat ini ada menyebutkan: "Karena anak manusia datang dengan kemuliaan Bapanya beserta dengan malaikatnya; pada masa itu Ia akan membalas kepada tiap-tiap orang menurut perbuatannya."

BM: Di ayat ini ada menyebutkan anak manusia, menurut tafsiran saudara, siapakah yang dimaksudkan dengan anak manusia di ayat ini?

AW: Ya, tentu Yesus!

BM: Jadi, di kitab Injil sendiri ada menyebutkan bahwa Yesus itu adalah anak manusia, bukan anak Tuhan, betulkah atau tidak?

AW: Ya, betul.

BM: Nah, kalau betul, mengapa saudara menyebutkan Yesus anak Tuhan?

AW: Yesus itu Tuhan tapi diserupakan dengan manusia.

BM: Kalau Yesus itu Tuhan, mengapa diperanakkan oleh manusia (Maria). Yesus berupa manusia karena diperanakkan oleh manusia (Maria). Terlalu janggal kalau manusia (Maria) memperanakkan Tuhan. Bisakah ilmu pengetahuan lahir maupun ilmu pengetahuan bathin (Kerohanian) menerima bahwa ada Tuhan yang diperanakkan oleh manusia? Bisakah ilmu pengetahuan eksak maupun yang abstrak (Exact-abstract Wetenschap) menerimanya?

AW: Ya, memang mustahil ada Tuhan yang diperanakkan oleh manusia!

BM: Bukan itu saja, malah di kitab Injil saudara, Yesus sendiri yang berkata bahwa ia bukan anak Tuhan, melainkan utusan Tuhan. Sebagaimana telah saya tunjukkan ayatnya pada pertemuan kita yang lalu.

AW: Betul, telah bapak sebutkan. Tetapi saya minta di ulangi lagi ayatnya, oleh karena saya agak lupa susunannya.

BM: Silahkan periksa di Yahya pasal 5 ayat 30

AW: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: "Suatupun tiada aku dapat berbuat menurut kehendak sendiri, melainkan aku menjalankan hukum sebagaimana aku dengar, dan hukuman itu adil adanya; karenanya bukannya aku mencari kehendak diriku, melainkan kehendak Dia yang menyuruhkan aku."

BM: Ayat ini tegas sekali. Jelas menunjukkan bahwa Yesus sendiri mengaku bahwa ia bukan Tuhan, melainkan pesuruh Tuhan. Di ayat ini Yesus memberitahukan bahwa ia tidak berbuat melainkan menurut kehendak Tuhan. Maka, wajarkah Tuhan tidak dapat berbuat sekehendaknya, dan pantaskah ada Tuhan disuruh menjadi utusan?

AW: Ya, saya mengaku. Yesus sendiri mengaku bukan anak Tuhan.

BM: Demi kepuasan saudara, silahkan periksa lagi di Yahya pasal 3 ayat 13

AW: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan: "Seorangpun tidak naik ke surga, kecuali Ia yang sudah turun dari surga, yaitu anak manusia."

BM: Berdasarkan ayat-ayat Bibel yang saya tunjukkan dan saudara sendiri yang memeriksa dan membacanya itu, maka sekali lagi saya bertanya, anak manusiakah Yesus itu atau anak tuhan?

AW: Ya, berdasarkan ayat-ayat tersebut saya berkata, Yesus adalah anak manusia.

BM: Di ayat yang saudara baca tadi, Matius pasal 16 ayat 27, selain menyebutkan bahwa Yesus itu anak manusia, juga menyebutkan bahwa akan membalas tiap-tiap orang menurut perbuatannya. Betulkah begitu? Silahkan periksa kembali.

AW: Ya, betul di ayat itu ada menyebutkan.

BM: Menurut susunan ayat tersebut, jelas Menolak adanya dosa waris, berdasarkan ayat tersebut setiap orang akan dibalas menurut perbuatannya masing-masing. Jadi, tidak ada penebus dosa!

AW: Ya, tentang dosa waris telah selesai kita bicarakan dan memang saya telah mengakui, tidak ada dosa waris.

BM: Betul, sudah kita bicarakan. Saya hanya menambah saja, untuk lebih menguatkan lagi keterangan yang lalu.

AW: Sudah cukup jelas keterangan bapak.

BM: Jelas bagaimana?

AW: Berdasarkan ayat-ayat Injil sendiri bahwa Yesus itu bukan anak tuhan melainkan anak manusia. Dan berdasarkan kitab Injil menyebutkan bahwa Yesus sendiri mengakui ia bukan anak Tuhan, melainkan utusan Tuhan.

BM: Syukurlah kalau begitu. Jadi bagaimanakah kepercayaan saudara sekarang terhadap Trinitas (Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Ruhul Kudus)?

AW: Dengan sendirinya kepercayaan saya terhadap Trinitas terhapus.

BM: Alhamdulillah, jadi saudara mengakui bahwa Tuhan itu TUNGGAL?

AW: Sebelum itu saya ingin menyampaikan pertanyaan.

BM: Baik, tetapi saudara telah mengakui pada pertemuan yang lalu dan saudara-saudara yang hadir juga telah ikut menyaksikan bahwa pertama, saudara telah membenarkan kitab Al-Qur’an. Beberapa ayat Al-Qur’an yang saudara kemukakan yang pada mulanya oleh saudara dianggap berselisih antara satu ayat dengan ayat yang lain, setelah saya terangkan dan saya tafsirkan, lalu saudara akui bahwa ayat-ayat tersebut pada hakikatnya tidak ada perselisihannya antara yang satu dengan yang lain. Bukankah begitu pengakuan saudara.

AW: Ya, betul begitu.

BM: Kedua, pada pertemuan yang lalu saudara telah mengakui kebenaran nabi Muhammad SAW selaku utusan Tuhan, betulkah demikian?

AW: Ya, betul saya telah mengakuinya.

BM: Ketiga, Saudara telah membenarkan bahwa ayat-ayat di kitab Injil terdapat beberapa ayat yang berselisih antara yang satu dengan yang lain. Sebagaimana telah saya tunjukkan ayat-ayatnya pada pertemuan yang lalu, benarkah pengakuan saudara itu?

AW: Ya, saya mengakui. Akan tetapi saya masih memerlukan bukti-bukti yang lain tentang ayat-ayat Injil yang ada perselisihannya antara yang satu dengan yang lain. Demi kepuasan bagi saya, walaupun sebenarnya keterangan bapak saya pandang cukup memuaskan. Tetapi mungkin ada lagi ayat-ayat yang lain untuk meresapnya ke perasaan saya.

BM: Baiklah, saya penuhi pengharapan saudara, silahkan saudara periksa Kitab Yahya pasal 8 ayat 14

AW: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan: "Jikalau Aku menyaksikan dari hal diriku sendiripun, benar juga kesaksian itu"

BM: Silahkan periksa lagi Yahya 5 ayat 31.

AW: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan: "Jikalau Aku menyaksikan dari hal diriku, maka kesaksianku tidak benar"

BM: Nah, saudara membuktikan sendiri perselisihan di dua ayat ini. Di satu ayat menyebutkan: "Kesaksianku benar", sedangkan di ayat lain menyebutkan "Kesaksianku tidak benar." Dua ayat yang berselisih itu, tersebut di kitab suci. Dan yang berbicara adalah seorang. Manakah yang benar antara dua ayat ini. Wajarkah di dalam kitab suci mengandung ayat-ayat yang berlawanan antara yang satu dengan yang lain?

AW: Ya, saya akui memang tidak cocok.

BM: Bukan saja tidak cocok, tetapi adalah satu selisih yang menyolok!

AW: Tetapi mungkin salah satu dari ayat tersebut salah cetak.

BM: Sekiranya salah cetak, tentunya ada ralat. Tetapi di kitab ini tidak disebutkan apa-apa.

AW: Bibel ini berbahasa Indonesia, permisi sebentar, saya akan memeriksa Bibel yang berbahasa Inggris.

BM: Itu lebih baik, sayakah yang akan memeriksa ataukah saudara?

AW: Oleh karena bapak banyak hafal ayat-ayat Bibel maka saya serahkan agar bapak saja memeriksanya, sepaya lebih cepat.

BM: Baiklah; harap saudara memperhatikan juga, saudara-saudara yang hadir. Kitab yang saya pegang ini adalah Bibel berbahasa Inggris "The Holy Bible, Containing the Old and New Testaments (American Bible Society)". Saya serahkan kitab ini kepada saudara Antonius dan saya akan menunjukkan pasal dan ayatnya untuk diteliti bersama.

AW: Baik, saya terima kitab Bibel yang berbahasa Inggris.

BM: Silahkan saudara periksa di Yahya pasal 8 ayat 14 pada halaman 104.

AW: Baik, dihalaman 104 kitab Yahya pasal 8 ayat 14 disini ada menyebutkan: "THOUGH I BEAR RECORD OF MY SELF, YET MY RECORD IS TRUE"

BM: Kalau susunan ayat ini kita salin kedalam bahasa Indonesia, adalah demikian: "Jikalau aku menyaksikan dari hal diriku sendiripun, benar juga kesaksianku itu." Betulkah begitu artinya?

AW: Ya, betul begitu.

BM: Jadi sama artinya dengan Injil yang berbahasa Indonesia di Yahya pasal 8 ayat 14, harap saudara cocokkan dulu.

AW: Betul, artinya sama kuatnya.

BM: Sekarang silahkan periksa di Yahya pasal 5 ayat 31.

AW: Disini menyebutkan: "IF BEAR WITNES OF MYSELF, MY WITNES IS NOT TRUE"

BM: Ayat ini kalau kita salin kedalam bahasa Indonesia akan demikian: "Jikalau aku menyaksikan dari hal diriku, maka kesaksianku itu tiada benar." Betulkah begitu?

AW: Ya, benar!

BM: Silahkan saudara periksa lebih teliti lagi di kitab Bibel yang berbahasa Inggris ini. Di satu ayat menyebutkan "IS TRUE", adalah benar, sedangkan di ayat lain menyebutkan "IS NOT TRUE", adalah tidak benar.

AW: Ya, memang berbeda.

BM: Kalau begitu, di Injil yang berbahasa Indonesia maupun yang berbahasa Inggris tidak ada perbedaan arti dan maksudnya.

AW: Betul Demikian.

BM: Jadi tidak salah cetak, yang salah ialah yang mengisi kitab suci itu. Kalau betul kitab suci (Injil) itu wahyu dari Tuhan, mustahil ayat-ayatnya akan berselisih antara yang satu dengan yang lain. Jadi kitab itu telah dicampuri oleh tangan manusia.

AW: Menurut pendapat saya, dua ayat itu bukan berlawanan, mungkin ayat yang satu dicabut, lalu kemudian diganti dengan ayat yang lain. Jelasnya, ayat yang satu di hapus diganti dengan ayat yang lain (yang baru). Setahu saya dalam ayat-ayat Al Qur’an terdapat apa yang disebut "Nasich dan Mansuch" ialah satu ayat terhapus hukumnya, lalu diganti dengan ayat yang lain (hukum yang baru).

BM: Di dalam Al-Qur’an terdapat "Nasich dan Mansuch" ada disebutkan ayatnya tetapi di kitab Injil sama sekali tidak disebutkan.

AW: Dimanakah di dalam Al Qur’an yang menyebutkan ayat tentang Nasich dan Mansuch itu?

BM: Sebetulnya sayalah yang harus bertanya kepada saudara, oleh karena dari saudaralah timbulnya ucapan Nasich-Mansuch itu. Akan tetapi sekalipun demikian saya tunjukkan, ialah di surat Al-Baqarah ayat 106. Susunan ayat itu ada ulama yang menafsirkan tentang adanya "Nasich dan Mansuch". Sebagian lagi ada yang menafsirkan bahwa susunan ayat tersebut tidak menunjukkan adanya Nasich-Mansuch. Kalau saudara memerlukan, akan saya terangkan tafsirnya ayat tersebut.

AW: Hal itu, baiklah kita tangguhkan dulu. Tetapi sehubungan dengan dua ayat di Bibel yang tadi, saya berpendapat bukan berlawanan, melainkan satu ayat digantikan dengan ayat lain, sehingga nampaknya ada berlawanan. Bolehkah saya berikan misal?

BM: Silahkan, saudara berhak penuh berbicara dengan saya dalam pertemuan kita ini.

AW: Saya sebutkan misal: Dikeluarkan suatu peraturan, setiap pengendara sepeda diwaktu malam diharuskan memakai lampu. Kemudian datang lagi peraturan tidak boleh pakai lampu, karena ada peperangan misalnya. Disini ada dua peraturan, yang pertama: "Diharuskan memakai lampu" sedang yang kedua "Dilarang". Dua perintah itu, yang terpakai adalah yang kemudian. Demikian juga dua ayat di Bibel tadi tidak berlawanan, melainkan salah satu di antaranya sudah tidak berlaku lagi (dicabut). Ini menurut pendapat saya.

BM: Baiklah, tetapi tentunya saudara mengerti, apabila suatu peraturan yang diganti, mestinya harus diikuti penjelasan, bahwa artikel nomer sekian ayat sekian, tahun sekian dicabut, diganti dengan artikel nomer sekian dan selanjutnya. Akan tetapi dua ayat di Bibel itu, tidak ada sebutan ayat yang satu diganti. Dengan lain kata, dua ayat tetap berlawanan antara yang satu dengan yang lain. Tidak ada penjelasan bahwa salah satu telah dicabut, atau diganti.

Debat Sumenep 8 - Mengakui Muhammad SAW Adalah Utusan Allah
  • Debat Sumenep
    Peristiwa ini terjadi tahun 1970, tepatnya pada pertengahan bulan Maret, di kediaman Pak Marzuki; seorang santri di kota Sumenep, Pulau Madura.Judul Asli: Kisah Menarik Dari Sumenep, Madura Bagi sebagian orang, kisah yang terjadi lebih dari 40 tahun silam ini boleh jadi sudah dianggap...
  • 1. Mukaddimah Debat Sumenep
    MUKADDIMAHKehidupan Beragama adalah hak bagi setiap manusia yang merupakan wujud dari kesadaran dirinya sebagai hamba sang Pencipta. Tidak seorangpun boleh memaksa orang lain untuk memeluk atau keluar dari suatu agama. Sungguh amat naif jika seseorang melakukan sesuatu peribadatan tanpa...
  • 2. Latar Belakang: Masalah Ketuhanan Yesus
    MALAM KE-ILATAR BELAKANG Pada malam Selasa tanggal 9 Maret 1970, salah seorang Santri (pelajar) dari Pesantren Sumenep, Sdr. Marzuki; mengadakan sekedar 'slametan' tahun baru Islam (1 Muharram tahun Hijriah) di kediamannya yang dihadiri oleh beberapa santri lainnya. Beberapa saat...
  • 3. Kitab Suci Bibel
    MALAM KE-IIKITAB SUCI BIBELBM: Sejak Kapankah saudara beragama atau masuk Kristen?AW: Sejak saya dilahirkan.BM: Apakah saudara benar-benar mempelajari bahwa agama Kristen itu suatu agama yang paling benar?AW: Ya, memang saya menyadari.BM: Apakah saudara berkeyakinan bahwa Kitab Injil itu...
  • 4. Masalah Ketuhanan Yesus
    MALAM KE-IIISOAL KETUHANAN YESUSBM: Sebagaimana kita telah rembuk kemarin malam, apakah akan dilanjutkan juga musyawarah kita ini?AW: Memang demikian, karena kedatangan kami ke mari khususnya untuk melanjutkan pertemuan kita kemarin malam.BM: Kalau tidak khilaf, pembicaraan kita masih...
  • 5. Yesus Penebus Dosa
    MALAM KE-IVYESUS PENEBUS DOSABM: Betulkah kepercayaan Kristen bahwa datangnya Yesus adalah untuk menebus Dosa?AW: Memang demikian.BM: Di manakah menyebutkan?AW: Dalam kitab Perbuatan Rasul-Rasul pasal 5 ayat 31BM: Tolong bacakan.AW: Baik, di sini ada menyebutkan: "Ia inilah ditinggalkan...
  • 6. Dosa Waris
    MALAM KE-VDOSA WARISAW: Saya ingin menerima penjelasan dari bapak kyai, tentang kepercayaan kepada dosa waris yang disebabkan karena dosanya Adam dan Hawa.BM: Baiklah, saya akan berikan jawabannya. Tetapi sebelumnya saya ajukan pertanyaan, betulkah menurut kepercayaan Kristen bahwa anak...
  • 7. Kitab Al Quran Dan Bibel
    MALAM KE-VIKITAB AL QURAN & KITAB BIBELBM: Pembicaraan kita yang berkenaan dengan dosa waris, saya rasa telah cukup.AW: Sudah cukup jelas uraian bapak pada pertemuan yang terdahulu. Dan saya telah mencocokkan ayat-ayat Al-Qur’an yang disebutkan bapak kemarin malam lalu dengan kitab...
  • 8. Mengakui Muhammad SAW Adalah Utusan Allah
    MALAM KE-VIIMENGAKUI MUHAMMAD SAW ADALAH UTUSAN ALLAHBM: Sesudah saya terangkan pada saudara tentang ayat-ayat Al Qur’an yang menerangkan tentang proses asal kejadian manusia yang saudara tanyakan ayat-ayatnya kemarin malam itu, apakah terdapat pertentangan? Apakah Nabi Muhammad ada...
  • 9. Perselisihan Ayat-Ayat Dalam Bibel
    MALAM KE-VIIIPERSELISIHAN AYAT-AYAT DALAM BIBELBM: Pada pertemuan kemarin malam saya telah terangkan ayat yang berlawanan dalam Bibel. Pada pertemuan sekarang, apakah masih ada pertanyaan saudara yang akan disampaikan kepada saya?AW: Kalau masih ada ayat-ayat dalam Bibel yang berlawanan...
  • 10. Masuk Islam
    MALAM KE-IXMASUK ISLAM BM: Pertemuan kita sudah berlangsung beberapa kali dan berjalan lancar. Pada pertemuan yang sekarang ini, apakah masih ada pertanyaan-pertanyaan saudara yang akan diajukan?AW: Sejak siang tadi, saya telah pikirkan dan pertimbangkan secara mendalam tentang...
  • 11. Penutup
    SAMBUTAN-IPADA MALAM SELAMATAN(ANTONIUS MUSLIM WIDURI)Assalamualaikum Warahmatullahi Wabaraktuh,Bapak Kyai Bahaudin Mudhary dan saudara-saudara yang kami muliakan, saudara-saudara yang telah ikut serta menyaksikan pertemuan (diskusi) antara bapak Kyai Bahaudin Mudhari dengan kami, antara...
  • 12. M. KH. Bahaudin Mudhary
    Lahir di Sumenep, Madura, 23 April 1920 dan berpulang ke Rahmatullah 4 Desember 1979, di Surabaya.Meski ia belum pernah mereguk pendidikan alam pesantren, namun kadar kebesarannya berangkat dari benih pengaruh kuat ayahandanya --KH. Ahmad Sufhansa Mudhary-- yang ulama dan teman berbincang...
  • Transkrip Debat Ketuhanan Yesus
    MUKADDIMAH Oleh : KH. BAHAUDIN MUDHARYKehidupan Beragama adalah hak bagi setiap manusia yang merupakan wujud dari kesadaran dirinya sebagai hamba sang Pencipta. Tidak seorangpun boleh memaksa orang lain untuk memeluk atau keluar dari suatu agama. Sungguh amat naif jika seseorang melakukan...
  • Share on Google Plus

    Bagus Pamungkas

    Saya adalah salahseorang cantrik Sekolah Minggu Gus Mendem dan Kawan Kawan dalam barisan Muslim yang melawan aksi penyesatan iman dan segala bentuk upaya pemurtadan terhadap umat Islam yang dilakukan secara melawan hukum baik oleh individu-individu maupun kelompok-kelompok tertentu demi kepentingan Kristen. Meski demikian, blog ini tidak dimaksudkan untuk umat Kristen secara luas melainkan terbatas hanya untuk para Misionaris, Evangelis, dan pendukungnya saja. Publikasi blog ini adalah bagian dari tugas para cantrik Gus Mendem menghimpun berbagai konten yang relevans dengan isu di atas, untuk selanjutnya diwartakan ke tengah-tengah komunitas penginjil dimaksud
    UNTUK DIPERHATIKAN
    Admins menghormati hak kebebasan berpendapat anda dalam merespons artikel manapun yang tersaji di sini. Karenanya, tidak ada pemberlakuan persyaratan khusus yang dapat diartikan sebagai pembatasan atas hak tsb. Sebagai gantinya, kami hanya minta anda menghormati kewajiban moral anda sendiri dengan menghargai tata-krama serta adab yang berlaku dalam budaya kita. Ekspresikanlah pendapat anda dengan menggunakan bahasa yang baik. Terima kasih.
    Blogger
    Facebook

0 Comments:

Post a Comment