Bible, Tentang Tubuh Kebangkitan Dan Perkawinan Di Sorga


Stereotype dengan keyakinan mayoritas umat Kristen, termasuk di Indonesia, sumber-sumber literatur Kristen semisal situs Sabda Web atau Sarapan Pagi, menegaskan bahwa di sorga, tidak ada  orang-orang yang kawin atau dikawinkan. Sebab penghuni sorga akan hidup seperti Malaikat yang menyerupai Roh, tidak makan dan minum, apalagi kawin-mawin!

Benarkah demikian?
Mari sama-sama kita cermati sekali lagi bagaimana kitab Kristen menjelaskan hal ini. 
 
Dalam Matius 22: 1-14 Yesus menjelaskan sorga dengan perumpamaan sebuah pesta perkawinan, tetapi dalam Matius 22: 30 beliau menjelaskan bahwa pada waktu kebangkitan, manusia tidak kawin dan dikawinkan, melainkan hidup seperti Malaikat.

"Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga." (Matius 22:30)

Ayat Matius di atas timbul karena ada usaha Yahudi untuk menjebak Yesus. 

Alur ceritanya begini:
Pertama-tama Yesus membuat perumpamaan bahwa sorga itu ibarat perjamuan kawin. Lantas Yahudi bertanya kepada Yesus sebagaimana dikisahkan berikut ini:

MATIUS 22
[23] Pada hari itu datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:
[24] “Guru, Musa mengatakan, bahwa jika seorang mati dengan tiada meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.
[25] Tetapi di antara kami ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin, tetapi kemudian mati. Dan karena ia tidak mempunyai keturunan, ia meninggalkan isterinya itu bagi saudaranya.
[26] Demikian juga yang kedua dan yang ketiga sampai dengan yang ketujuh.
[27] Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itupun mati.
[28] Siapakah di antara ketujuh orang itu yang menjadi suami perempuan itu pada hari kebangkitan? Sebab mereka semua telah beristerikan dia.”

Dan Yesus menjawab bahwa di hari kebangkitan tidak ada kawin dan dikawinkan. 
Nah, tahukah anda di mana letak jebakannya? Jebakan Yahudi tsb tersembunyi di seputar hari kebangkitan dan perkawinan. Tapi sebelumnya, mari sama-sama kita cermati dulu ayat berikut:

Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka." (Matius 22:16)

Nah, mereka sebenarnya ingin menguji apakah Yesus benar-benar jujur. Karena ucapan orang jujur tentu tidak bertolak belakang dengan kebenaran.

Saduki berkata: “Tak ada hari kebangkitan dan pilihan suami (perkawinan) setelah mati” (Matius 22: 23-28)

Yesus menjawab: “Pada waktu kebangkitan manusia tidak kawin”. (Matius 22: 30)

Bukankah dua kalimat tanya-jawab ini menimbulkan tanda tanya di benak kita? Orang-orang saduki berkata; “tak ada hari kebangkitan” sementara Yesus menjawab; “Pada waktu kebangkitan ….”  yang mengisyaratkan bahwa hari kebangkitan itu ada.

Yesus menegaskan bahwa “hari kebangkitan itu ada”, sebagai bentuk penegasan bahwa orang-orang Saduki sesat!

Yesus menjawab mereka: “Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!" (Matius 22: 29)

Bagaimana dengan perkawinan?
Yesus dengan tegas mengatakan bahwa tidak ada kawin dan dikawinkan pada waktu, atau pada hari kebangkitan. Tapi untuk memahami penegasan Yesus ini kita harus tahu dulu apa sebenarnya yang dimaksud sebagai hari kebangkitan. 

Hari kebangkitan dipahami sebagai hari di mana seluruh manusia dibangkitkan dari kematian. Jadi belum ada satupun dari seluruh manusia yang dibangkitkan tsb berada di surga atau di neraka. Oleh karena itu, seandainya Yesus menjawab pertanyaan orang-orang Saduki dengan mengatakan, misalnya, bahwa yang menjadi suaminya adalah si Fulan atau si Falun, berarti Yesus sudah terjebak, sehingga mereka punya alasan untuk mengatakan bahwa Yesus bukan orang jujur.

Itulah sebabnya kenapa secara sangat cerdik Yesus mengatakan bahwa pada hari kebangkitan tidak ada perkawinan atau pernikahan, karena hari itu sebenarnya adalah hari penghakiman (Judgement Day). 

Jadi, harus kita garisbawahi di sini bahwa yang ditegaskan oleh Yesus, bahkan secara sangat spesifik, adalah perkawinan tidak terjadi pada waktu kebangkitan. Bukan tidak terjadi di sorga!

Bagaimana dengan di sorga?
Terlepas bagaimanapun "ganjilnya" penafsiran para pemikir gereja berdasarkan "fatwa" Paulus tentang sorga dan perkawinan (Efesus 5: 31-32 dan 2Korintus 11:2), nyatanya Yohanes mencatat bahwa di sorga terjadi perkawinan (Wahyu 19: 7-8). Ini bukan hal baru, sebab kita sama-sama mengetahui dari kitab Kejadian 3 bahwa Allah mengawinkan Adam dan Hawa di sorga. Dari sanalah kenapa kemudian Allah menyebut Hawa sebagai istri Adam! 

Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan istrimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu." (Kejadian 3: 17)

Manusia itu memberi nama Hawa kepada istrinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup. (Kejadian 3: 20)

Kesimpulan: Di sorga terjadi kawin dan dikawinkan!

Bagaimana dengan anak? 
Semasa Adam dan Hawa hidup di sorga, mereka tidak dikaruniai anak. Setelah turun ke dunia barulah mereka beranak-pinak. Jadi, di sorga tidak terjadi proses reproduksi meskipun penghuninya melakukan aktifitas seksual. Anak adalah titipan Allah dan menjadi kegembiraan sementara selama hidup di dunia.

Berikut adalah alasan bahwa di sorga terjadi interaksi seksual (kawin dan dikawinkan):
  1. Adam dan Hawa hidup sebagai suami istri di Surga. 
  2. Yesus terangkat ke Sorga bersama jazadnya (Lukas 24: 51)
  3. Bahkan menurut Bible, Malaikat juga butuh fisik dan aktivitas fisik (Kejadian 6: 2)
  4. Umat Kristen berkayakinan bahwa di surga mereka akan hidup seperti malaikat, yakni berupa Roh. Padahal menurut Bible, di surga atau neraka mereka tidak berupa Roh, tetapi wujud, berjazad, seperti ketika masih hidup di dunia. Berikut bukti-buktinya:
"Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, daripada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka." (Matius 5: 29)

"Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka," (Markus 9: 47)

"Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka." (Matius 10: 28)

"Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar." (Lukas 13: 28)

Sementara Paulus mengarang cerita bahwa pada waktu dibangkitkan nanti semua pengikutnya akan mendapatkan tubuh rohani atau tubuh kebangkitan (menyerupai Malaikat) yang tentu saja tidak sama dengan tubuh jasmani manusia, Yesus dengan gamblang menyatakan bahwa manusia akan dibangkitkan dengan tubuh manusianya secara utuh! 

Lalu, untuk apa tubuh sempurna manusia itu diperlukan di sorga sana? Salahsatu dari ribuan probabilitasnya adalah untuk berinteraksi dengan sesama manusia dalam arti yang seluas-luasnya. Misalnya saja; kawin!   
Dengan demikian, asumsi Paulus tentang tubuh kebangkitan seperti diuraikannya dalam 1Korintus 15: 35-57 dan 42-44, lalu ditafsirkan secara berjamaah oleh pengikutnya sebagai sama dengan tubuh malaikat, alias menyerupai Roh, terbukti berbeda dengan penjelasan Yesus! 

Di sorga manusia juga makan dan minum seperti di dunia
Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku. (Matius 26: 29)

"Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.” Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: “Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah. (Lukas 14: 14-15)

" ... bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel." (Lukas 22: 30)

"Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga," (Matius 8: 11)

Sekali lagi, penjelasan Yesus ini sangat berbeda dengan keyakinan umat Kristen yang lebih percaya pada asumsi Paulus daripada penjelasan Yesus, sehinga berkeyakinan di sorga nanti akan hidup seperti Malaikat yang notabene: berupa Roh yang tidak makan, tidak minum, dan tidak kawin! 

Berdasarkan tela'ah singkat di atas, bila kemudian ada umat Kristen yang "nyinyir" coba membanding-bandingkan sorga versi Al-Quran dengan sorga versi Bible sebagaimana yang selama ini mereka yakini, maka ada baiknya simaklah bagaimana sebenarnya Sorga Menurut Logika Seorang Muslim.



[Sumber: RAA Pramuja]




Share on Google Plus

Bagus Pamungkas

Saya adalah salahseorang cantrik Sekolah Minggu Gus Mendem dan Kawan Kawan dalam barisan Muslim yang melawan aksi penyesatan iman dan segala bentuk upaya pemurtadan terhadap umat Islam yang dilakukan secara melawan hukum baik oleh individu-individu maupun kelompok-kelompok tertentu demi kepentingan Kristen. Meski demikian, blog ini tidak dimaksudkan untuk umat Kristen secara luas melainkan terbatas hanya untuk para Misionaris, Evangelis, dan pendukungnya saja. Publikasi blog ini adalah bagian dari tugas para cantrik Gus Mendem menghimpun berbagai konten yang relevans dengan isu di atas, untuk selanjutnya diwartakan ke tengah-tengah komunitas penginjil dimaksud
UNTUK DIPERHATIKAN
Admins menghormati hak kebebasan berpendapat anda dalam merespons artikel manapun yang tersaji di sini. Karenanya, tidak ada pemberlakuan persyaratan khusus yang dapat diartikan sebagai pembatasan atas hak tsb. Sebagai gantinya, kami hanya minta anda menghormati kewajiban moral anda sendiri dengan menghargai tata-krama serta adab yang berlaku dalam budaya kita. Ekspresikanlah pendapat anda dengan menggunakan bahasa yang baik. Terima kasih.
    Blogger
    Facebook

0 Comments:

Post a Comment